Warnet dan Komunitas Cyber di Medan
Medan punya banyak warnet mulai dari ujung gang kecil sampe warnet megah di tengah kota, beragam variasi pelayanan dan kenyamanan ditawarkan di tempat itu. Mulai dari fasilitas hanya chatting dan browsing, gaming bahkan sampai sharing video / film porno dilakukan oleh pemilik warnet demi menarik pelanggan dan meraup untung sebanyak-banyaknya. Salah satu efek dari banyaknya warnet juga menghadirkan komunitas dunia maya yang cukup bervariasi, mulai dari kelompok-kelompok kecil yang kurang dari 10 orang sampai komunitas terbuka yang terbentuk dari puluhan orang didalamnya.
Sebagian besar warnet di tengah kota milik WNI Keturunan yang notabene punya modal investasi yang lebih besar, warnet-warnet diujung gang pun didirikan oleh mereka yang rata-rata WNI tulen dengan modal yang pas-pasan. Sungguh sebuah pemandangan yang merupakan hal wajar dikota medan.
Sebuah ucapan “Bangga bisa menjadi bagian dari kalian” saya tujukan buat sebagian komunitas cyber di kota medan, khusus nyat buat komunitas #subhuman@Allnetwork.org yang merupakan sebuah komunitas cyber Internet Relay Chat, juga ada komunitas blogger sumut (sayang belum bisa bergabung dengan mereka). Intinya, ada komunitas cyber di medan yang bisa berkumpul berdasarkan persamaan tujuan, kepentingan dan rasa solidaritas serta kebersamaan.
Nah, topik yang ingin saya komentari kali ini adalah “Persaingan warnet di Medan”. Bisa kita lihat di atas bahwa komunitas dunia maya di Medan cukup kompak, sering mengadakan kopdar (baca:gathering) dan terlihat saling cukup mendukung, namun dimana mereka sang pemilik warnet ? adakah mereka jadi bagian di dalamnya ? Mungkin ada , tapi terlalu minim.
Menurut pandangan yang saya lihat di salah satu daerah yang penuh dengan warnet-warnet, cara saingan mereka terkesan kotor dan kekananak-kanakan. lho!? Yah begitulah adanya, ada warnet yang merusak harga normal persaingan dengan menurunkan harga semaunya, ada warnet yang menarik user dengan menjelek-jelekkan warnet lain, ada warnet yang menyediakan banyak film / video porno untuk dinikmati pengguna secara gratis, dan beberapa trik kotor lainnya.
Terlihat perbedaan yang jelas antara orang-orang yang merupakan bagian dari Warnet, disatu sisi kita melihat pengguna warnet yang bisa bergabung dan membentuk komunitas yang bersifat membangun dan memajukan kota Medan, namun di satu sisi kita juga melihat pihak – pihak selaku owner dan management warnet bertindak KOTOR dan CURANG… begitu memalukan. Apa sudah terlalu takut untuk bersaing secara sehat ? Apa sudah kehabisan ide marketing untuk bisa menarik pelanggan ? Apa sudah kehilangan akal sehat untuk meraih keuntungan ?
Asosiasi Warung Internet Indonesia (AWARI) tampaknya belum ikut dalam “menertibkan” warnet di Medan sehingga masih dijumpai hal seperti persaingan harga tidak sehat. Pihak berwenang juga tampaknya tidak mengetahui atau terkesan menutup mata dengan tindakan marketing warnet yang sengaja menyediakan film / video porno bagi pengguna.
Kota Medan butuh lebih dari sekedar Komunitas Dunia Maya, kota ini butuh kebersamaan untuk bisa memajukan teknologi informasi di Medan yang berawal dari Warung Internet. Siapkah dan Maukah Anda menjadi bagian didalamnya ?
Pandangan mengenai dunia teknologi informasi dan cyber di Medan ini dibuat berdasarkan pengamatan objektif oleh penulis, semua yang tertuang di atas adalah realita dan bukan fiksi.



terus berkarya bro jangan sampe indonesia people kalah kretip,
dipersilahkan bergabung di bloggersumut
rencananya besok ada acara buka bersama
kalo mau gabung silahkan