Tentang kaum hawa
Ada suatu ketika dimana kaum hawa sangat ingin diperhatikan. Bisa saja lewat komentar tentangnya yang mendasar seperti:
“Upil kamu ngegantung tuch diantara bulu hidung.”
Ada suatu ketika pula kaum hawa tidak menyadari bahwa dirinya membutuhkan suatu teori konspirasi agar ia merasa benar-benar perkasa dan menyadari bahwa hidup, jiwa dan raganya sungguh-sungguh berarti dan [...]
Sastra di jalan buntu
Kemauan ingin meng-ilustrasikan perasaan demi perasaan menggunakan abjad-abjad yang membentuk barisan, namun parade tersebut berhenti diujung pemikiran. Buntu, bila menyebut kalimat tersebut dan mencoba meng-compile abjad-abjadnya maka aku langsung teringat kepada usus, jalan, atau pula lorong-lorong.
Ada rasa kesal ketika kemauan yang begitu dahsyat menggebu harus berhadapan dengan kalimat “buntu”. Sayangnya kesal adalah sebuah rasa yang [...]
Agar kau lelap
Kepada malam aku resah
Aku tuliskan karena aku resah
Kiranya akan terlihat bagimu keresahan yang muntah
Aku yang resah telah menulis kepada malam
Agar matamu terpejam dan kau pun seketika lelap diatas selembar kertas
10 Agustus 2008 kini telah terbilang pada ruang dimensi usang.
Ditimur matahari
(”Di timur matahari mulai bercahaya, bangun dan berdiri kita semua”.)
20 tahun yang lalu aku bertanya kepada beliau: “Apa yang sedang dikisahkan lagu diatas?”. Seketika pula beliau menjawab: “Tentang manusia yang merasa puas karena memiliki waktu sebagai bekal awal hidupnya. Kemudian lahirlah aku, kau, dan mereka”.
Jika saat ini pula beliau berada disampingku, ingin rasanya aku beritakan [...]
Lelaki dan secangkir kopi
Di pagi pengharapan yang kerap memberi isyarat kepada kami melalui aroma secangkir kopi. Citarasanya sudah tentu imajinasi yang membawa pesan damai untuk dunia kami yang bersahaja, manis untuk terus belajar dan berkarya serta pahit yang menjadi obat sedih kala derita. Kami damba bila tangan ibu kami yang membuatnya, sebab rasa secangkir kopi tersebut berpadu dengan [...]

