<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Antarkita</title>
	<atom:link href="http://antarkita.web.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antarkita.web.id</link>
	<description>Celoteh tentang apa saja.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2009 15:10:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Beginilah labirin itu berputar pada sumbunya</title>
		<link>http://antarkita.web.id/beginilah-labirin-itu-berputar-pada-sumbunya.html</link>
		<comments>http://antarkita.web.id/beginilah-labirin-itu-berputar-pada-sumbunya.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 15:10:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Apin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kertas Putih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antarkita.web.id/?p=590</guid>
		<description><![CDATA[Beginilah labirin itu berputar pada sumbunya. Seiring rotasi bumi dan orbit sistem tata surya. Kesemuanya bergerak, bergeser pada poros sesuai ritme, tempo, dan birama harmoni dari simphoni jagad raya. Sejenak aktivitas tersebut menjadi tenang ketika adzan berkumandang. Bahkan mereka yang tak kasat mata pun ikut larut dalam keheningan, dan beragam bentuk ilmu pengetahuan pun hengkang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-591" style="border: 3px solid black; margin: 3px;" title="8823_1217040514307_1477686367_613111_2763535_n" src="http://antarkita.web.id/wp-content/uploads/2009/11/8823_1217040514307_1477686367_613111_2763535_n-150x150.jpg" alt="8823_1217040514307_1477686367_613111_2763535_n" width="150" height="150" />Beginilah labirin itu berputar pada sumbunya. Seiring rotasi bumi dan orbit sistem tata surya. Kesemuanya bergerak, bergeser pada poros sesuai ritme, tempo, dan birama harmoni dari simphoni jagad raya. Sejenak aktivitas tersebut menjadi tenang ketika adzan berkumandang. Bahkan mereka yang tak kasat mata pun ikut larut dalam keheningan, dan beragam bentuk ilmu pengetahuan pun hengkang bersembunyi kedalam logos pemikiran. Sejenak semua hal yang bersinggungan dengan perkara-perkara terdiam dalam hening, tafakur dan bertasbih, berlomba-lomba sujud dan kemudian berkaca pada objek masing-masing. Kesemua mahluk yang hidup dengan rasa dan berakal mencoba mengingat apa yang telah lewat, lampau, dahulu dan sekarang telah menjadi bagian dari waktu, bagian dari sejarah. Atau memang kita membutuhkan lebih banyak hakikat dari hakiki-hakiki selama ini, agar labirin itu terus berputar pada sumbunya mengikuti notasi jadad raya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Nazrul Alfiansyah dan Larut Malam</strong><br />
<em>1 September 2009</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antarkita.web.id/beginilah-labirin-itu-berputar-pada-sumbunya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumpah Pemuda 28 Oktober</title>
		<link>http://antarkita.web.id/sumpah-pemuda-28-oktober.html</link>
		<comments>http://antarkita.web.id/sumpah-pemuda-28-oktober.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 21:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Poea</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[poea]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antarkita.web.id/?p=583</guid>
		<description><![CDATA[Bila dilihat, tampaknya hanya beberapa baris sumpah yang diucapkan namun kelihatan begitu besar manfaatnya. ya.. Disaat ini, perlu diulang kembali ingatan kita akan pelajaran dulu semasa SMU mengenai pentingnya merasakan bertumpah darah satu, berbangsa satu, berbahasa satu INDONESIA.
Sumpah Pemuda lahir pada saat Kongres Pemuda II. Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://antarkita.web.id/wp-content/uploads/2009/10/sumpahpemuda.jpg" alt="sumpahpemuda" title="sumpahpemuda" width="300" height="216" class="alignleft size-full wp-image-585" />Bila dilihat, tampaknya hanya beberapa baris sumpah yang diucapkan namun kelihatan begitu besar manfaatnya. ya.. Disaat ini, perlu diulang kembali ingatan kita akan pelajaran dulu semasa SMU mengenai pentingnya merasakan bertumpah darah satu, berbangsa satu, berbahasa satu INDONESIA.</p>
<p>Sumpah Pemuda lahir pada saat Kongres Pemuda II. Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie serta Kwee Thiam Hong sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond. Diprakarsai oleh AR Baswedan pemuda keturunan arab di Indonesia mengadakan kongres di Semarang dan mengumandangkan Sumpah pemuda keturunan arab.</p>
<p>Bisa dibayangkan beraneka ragam suku yang hadir di Kongres Pemuda itu, mereka menyingkirkan <a href="http://antarkita.web.id/bernegosiasi-dengan-ego.html">ego</a> demi kepentingan dan masa depan yang lebih baik. Kita perlu dan patut meniru semangat mereka.</p>
<p>28 Oktober 1928,</p>
<p><em>Pertama<br />
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.<br />
Kedoea<br />
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.<br />
Ketiga<br />
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.</em></p>
<p>Ikrar yang diucapkan begitu terkenang hingga sekarang, 81 tahun yang lalu ikrar itu yang menyatukan pemuda di nusantara ini tapi tampaknya kini ikrar itu hanya jadi pajangan dan hafalan wajib buku SMU. </p>
<p>Ingatkah kita ikrar itu ketika lebih membanggakan attribut WNI Turunan-mu, ingatkah kita ikrar itu tatkala terus menerus menggunakan bahasa daerahmu, apa masih kau ingat ikrar itu saat merasa cuek ketika saudara-saudara kita mati di negeri seberang. Cukup jawab dalam hatimu!</p>
<p>Image Source:<br />
http://jakartabutuhrevolusibudaya.com/2007/11/16/sumpah-pemuda-di-era-globalisasi/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antarkita.web.id/sumpah-pemuda-28-oktober.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zencafe : Solusi OS Warnet</title>
		<link>http://antarkita.web.id/zencafe-solusi-os-warnet.html</link>
		<comments>http://antarkita.web.id/zencafe-solusi-os-warnet.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 22:24:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Poea</dc:creator>
				<category><![CDATA[North East West South]]></category>
		<category><![CDATA[medan]]></category>
		<category><![CDATA[poea]]></category>
		<category><![CDATA[warnet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antarkita.web.id/?p=573</guid>
		<description><![CDATA[inggu minggu belakangan ini berita mengenai razia windows di warnet-warnet di kota medan makin santer kudengar, hingga kuketik ini lebih kurang 50 warnet telah merasakan derap langkah sepatu pak polisi menanyakan perihal legalisasi lisensi OS (baca:Operating System) yang mereka gunakan. Tak ayal, sejumlah warnet &#8220;tumbang&#8221;, bahkan ada yg lebih memilih tutup untuk sementara waktu.
Bicara soal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_575" class="wp-caption alignleft" style="width: 650px"><img src="http://antarkita.web.id/wp-content/uploads/2009/10/zencafe20.jpg" alt="Zencafe Desktop" title="zencafe20" width="640" height="480" class="size-full wp-image-575" /><p class="wp-caption-text">Zencafe Desktop</p></div>Minggu minggu belakangan ini berita mengenai razia windows di <a href="http://antarkita.web.id/warnet-dan-komunitas-cyber-di-medan.html">warnet-warnet di kota medan</a> makin santer kudengar, hingga kuketik ini lebih kurang 50 warnet telah merasakan derap langkah sepatu pak polisi menanyakan perihal legalisasi lisensi OS (baca:Operating System) yang mereka gunakan. Tak ayal, sejumlah warnet &#8220;tumbang&#8221;, bahkan ada yg lebih memilih tutup untuk sementara waktu.</p>
<p>Bicara soal razia, pihak pengelola warnet menyayangkan prosedur yang digunakan dalam razia itu seakan tak resmi, polisi-polisi tsb tidak didampingi pihak <a href="http://www.microsoft.com/Indonesia/">microsoft</a> ataupun <a href="http://www.bsa.org/">BSA</a> sehingga terkesan bahwa razia tsb &#8220;TIDAK LAZIM&#8221;, bahkan ada yang mengklaim razia tampaknya hanya diperuntukkan buat warnet milik &#8220;WNI Turunan&#8221;.</p>
<p>ah sudahlah! tak ada habisnya bila terus membahasnya.</p>
<p>Pengelola warnet mulai melirik solusi, hingga kini tampaknya cuma ada 2 pilihan :<br />
1. Membeli <a href="http://www.warnetlegos.com/">Lisensi Resmi Microsoft (Legos)</a><br />
2. Beralih ke FREE Operating System</p>
<p>Berawal dari rasa ingin tau, kucoba merasakan Zencafe (LINUX) yang katanya banyak digunakan sebagai pengganti windows di warnet-warnet.</p>
<p>Sedikit review mengenai Zencafe OS 2.0 :<br />
Tampilannya cukup OK dan ringan, punya Automatic Recovery sebagai pengganti Deepfreeze, OpenOffice sebagai Pengganti Microsoft Office, juga ada banyak software lain sejenis Yahoo! Messenger, Winamp, Adobe Photoshop, bahkan Zencafe memiliki Integrated Billing yang disebut CCL.</p>
<p>Saat menginstall Zencafe juga cukup mudah, hanya perlu sedikit sentuhan untuk mengatasi samba sharing agar bisa digunakan namun ada sedikit masalah pada Audio-nya karena tampaknya saat kugunakan belum ada suara yang kudengar, mungkin butuh &#8220;oprekan&#8221; lebih lanjut.</p>
<p>Akhir kata, sedikit pesan moral yang mungkin perlu kita renungkan:<br />
1.Ada baiknya menjalin silaturahmi antar pengelola warnet, sehingga anda memperoleh informasi yang lebih akurat dalam menghadapi kendala bersama.<br />
2.Jangan biasakan melakukan negosiasi &#8220;bawah tangan&#8221; untuk menghindari prosedur dan birokrasi karena nanti pastinya itu akan menjadikan anda sebagai sapi perah.<br />
3.Perlu adanya sosialisasi OS pengganti Microsoft Windows kepada pengguna warnet.</p>
<p>Bila ada diantara anda-anda yang ingin menambahkan review OS lainnya yang bisa digunakan oleh warnet sebagai pengganti Windows, dengan senang hati akan diposting di blog ini.</p>
<p><strong>Link Download Zencafe 2.0</strong> :<br />
<a href="ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/zencafe">ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/zencafe</a><br />
<a href="http://www.zencafe.web.id/downloads/">mirror</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antarkita.web.id/zencafe-solusi-os-warnet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ku akhiri Insomnia malam ini dengan Puisi</title>
		<link>http://antarkita.web.id/ku-akhiri-insomnia-malam-ini-dengan-puisi.html</link>
		<comments>http://antarkita.web.id/ku-akhiri-insomnia-malam-ini-dengan-puisi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2009 12:06:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Apin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuisi-Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antarkita.web.id/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[Maka datanglah subuh sebagai awal dari penciptaan pagi.
Kututup lembar malam ini dalam hitungan rakaat
Episode hidup
Hari berganti
Selalu ada yang tertinggal
Sekeping hati.
Maka di situs ini kutitipkan puisi
Sebab ragaku akan kembali menantang hari
Menghargai kenyataan:
Datang dan pergi&#8230;
Lahir dan mati&#8230;
-Nazrul Alfiansyah-
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-571" title="insomnia" src="http://antarkita.web.id/wp-content/uploads/2009/09/insomnia.jpg" alt="insomnia" width="300" height="293" />Maka datanglah subuh sebagai awal dari penciptaan pagi.<br />
Kututup lembar malam ini dalam hitungan rakaat<br />
Episode hidup<br />
Hari berganti<br />
Selalu ada yang tertinggal<br />
Sekeping hati.<br />
Maka di situs ini kutitipkan puisi<br />
Sebab ragaku akan kembali menantang hari<br />
Menghargai kenyataan:<br />
Datang dan pergi&#8230;<br />
Lahir dan mati&#8230;</p>
<p>-Nazrul Alfiansyah-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antarkita.web.id/ku-akhiri-insomnia-malam-ini-dengan-puisi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bernegosiasi dengan &#8220;EGO&#8221;</title>
		<link>http://antarkita.web.id/bernegosiasi-dengan-ego.html</link>
		<comments>http://antarkita.web.id/bernegosiasi-dengan-ego.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2009 12:03:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Apin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[ego]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antarkita.web.id/?p=563</guid>
		<description><![CDATA[Kesimpulan dari konferensi tadi malam memang sedikit nyeleneh, ya paling tdk seperti inilah kesimpulannya:
Kadang kita terjebak pada ego dan ego tsb seakan-akan memberikan kita gagasan-gagasan yg sepertinya benar-benar kita nikmati. Namun diluar itu semua bayangan org-org yg merasa di rugikan oleh ego kita tadi berbaris berjejer menunggu hanya untuk memvonis kita, situasi tsb seperti semacam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-564" style="border: 0pt none;" title="ego" src="http://antarkita.web.id/wp-content/uploads/2009/09/ego.jpg" alt="ego" width="188" height="211" />Kesimpulan dari konferensi tadi malam memang sedikit nyeleneh, ya paling tdk seperti inilah kesimpulannya:</p>
<p style="text-align: justify;">Kadang kita terjebak pada ego dan ego tsb seakan-akan memberikan kita gagasan-gagasan yg sepertinya benar-benar kita nikmati. Namun diluar itu semua bayangan org-org yg merasa di rugikan oleh ego kita tadi berbaris berjejer menunggu hanya untuk memvonis kita, situasi tsb seperti semacam pembalasan bagi kita. Tak jarang pula terkadang kita juga mengomentari ego kita sendiri agar ego-ego yg lahir di kemudian hari bisa lbh kreatif, dan lbh ber-improvisasi. Harapannya tentu saja ego-ego yg lahir di kemudian hari bisa mendapat penghargaan atawa puji-pujian yg notabene memabukkan. Situasi seperti itu lantas membuat kita si pemilik jiwa raga menjadi addict untuk menuruti hasrat memperoleh lbh banyak penghargaan, dalam bentuk makian tentunya. Teman-temanku, beranikah kau bernegosiasi dgn egomu?<br />
Beranikah kau?</p>
<p style="text-align: justify;">-Nazrul Alfiansyah-</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antarkita.web.id/bernegosiasi-dengan-ego.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
