Antarkita

Celoteh tentang apa saja.
Solidaritas untuk anak Indonesia

Archive for the ‘Kertas Putih’

Beginilah labirin itu berputar pada sumbunya

Beginilah labirin itu berputar pada sumbunya. Seiring rotasi bumi dan orbit sistem tata surya. Kesemuanya bergerak, bergeser pada poros sesuai ritme, tempo, dan birama harmoni dari simphoni jagad raya. Sejenak aktivitas tersebut menjadi tenang ketika adzan berkumandang. Bahkan mereka yang tak kasat mata pun ikut larut dalam keheningan, dan beragam bentuk ilmu pengetahuan pun hengkang [...]

Kerinduan 1

Ada kerinduan dalam hening malam ini dan membaur seketika pada suasana jiwa yang kian beraroma. Ada kerinduan menuju jalan pulang, menuju kesejatian, menuju semangat untuk tetap bertahan di tengah padang tandus pengharapan walau telah lelah gontai serta dahaga akan kebenaran. kami harus tetap terjaga dan waspada dari bahaya fatamorgana yang nantinya [...]

Indahnya Malam Pertama

Satu hal sebagai bahan renungan kita… Tuk merenungkan indahnya malam pertama Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara Hari itu…mempelai sangat dimanjakan Mandipun…harus dimandikan Seluruh badan kita terbuka…. Tak ada sehelai benangpun menutupinya. . Tak ada sedikitpun rasa malu… Seluruh badan [...]

Perjalanan 3

Pagi ini kami mengikuti arah matahari, melintasi perbukitan dan jalan bebatuan. Kami menafsir setiap bait pada tikungan, melebur bersama udara dingin dan aroma pepohonan. Kami menyadari bahwa perjalanan pagi ini adalah pembebasan, sebab hati dan pikiran kami tetap menanti kepulangan kami pada senja perjuangan. Pada setiap perhentian telah kami kibarkan bendera cengkrama diujung sebatang rokok yang [...]

Perjalanan 2

Ini malam kami bersemayam dibawah kubah langit hitam, sebuah kota kecil yang tenang. Begitu terasa dingin menyelimuti tubuh kami pada pembaringan dan mata kami enggan untuk berhenti berpijar. Kota kecil yang tenang terlihat lelap dibuai nyanyian jangkrik dan belai rintik hujan yang mengalir perlahan menuju ingatan kemudian pun tergenang. Mengapunglah semua yang pernah tergilas kaki [...]