Archive for the ‘Celoteh’
Sumpah Pemuda 28 Oktober
Bila dilihat, tampaknya hanya beberapa baris sumpah yang diucapkan namun kelihatan begitu besar manfaatnya. ya.. Disaat ini, perlu diulang kembali ingatan kita akan pelajaran dulu semasa SMU mengenai pentingnya merasakan bertumpah darah satu, berbangsa satu, berbahasa satu INDONESIA.
Sumpah Pemuda lahir pada saat Kongres Pemuda II. Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil [...]
Bernegosiasi dengan “EGO”
Kesimpulan dari konferensi tadi malam memang sedikit nyeleneh, ya paling tdk seperti inilah kesimpulannya:
Kadang kita terjebak pada ego dan ego tsb seakan-akan memberikan kita gagasan-gagasan yg sepertinya benar-benar kita nikmati. Namun diluar itu semua bayangan org-org yg merasa di rugikan oleh ego kita tadi berbaris berjejer menunggu hanya untuk memvonis kita, situasi tsb seperti semacam [...]
Menjawab “gagasan”
Maunya begini, begini, begini.
Jangan begitu, jangan begitu.
Itu berbahaya, itu tidak baik, itu tidak bagus.
Ini sebaiknya, yang seharusnya, yang ideal, yang sempurna, setidak-tidaknya yang lebih baik dari yang itu.
Kemudian kita mengambil sebuah contoh yang memang kebetulan tepat.
Sehingga gagasan kita sepintas lalu tampaknya kukuh.
Lebih cantik dari apa yang sudah terjadi.
Lebih memberikan kemungkinan, sehingga bisa membangkitkan sesal orang [...]
Peradaban baru
Saat ini masyarakat dunia di pengaruhi oleh dua gagasan yang saling bertentangan di dalam bentuk sistem apapun: Pemahaman lama dan pemahaman baru. Dunia juga menunggu lahirnya satu generasi baru yang tidak akan memberi tempat pada diskriminasi ataupun perbedaan, karena matahari sebagai pemimpinnya dan fajar adalah bala tentaranya. Apakah kita tidak pernah sadar bahwa bumi ini [...]
Married
Pernikahan, menurut pendapat saya tidak sekedar menyatukan dua insan yang berlainan jenis kelamin di atas peraduan. Sebab tanpa ikatan pernikahan ke dua insan tersebut juga rela meleburkan jasad mereka di atas peraduan. Semakin beranjak dewasa, khususnya bagi kaum adam sudah tentu bosan meleburkan dirinya bersama lima jari tangan. (Ah, kita sudah sama-sama dewasa. Anda tak [...]

